SIB-BULETINALHIDAYAH, Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaaha Illa Allahu Allahu Akbar Allahu Akbar Walillaahilhamd. Takbir bergema dari segala penjuru, dari setiap masjid, bunga-bunga bermekaran, daun-daun berlambayan, gunung-gunung ikut merasakan, kicau-kicau burung bersiulan, semua bergembira menggemakan takbir, merasakan kebahagiaan, merayakan kemenangan. Iedul Fithri telah berdiri Iedul Fithrah telah tiba Lebaran dirayakan.
![]() |
| Ustadz DR. Reza Fauzi Iskandar, M.T. |
Takbir terus bergema sejak subuh. Dari masjid-masjid bahkan disambut sambil orang-orang berjalan dari rumah ke lapang. Ada yang melantunkannya dengan pelan seperti orang berzikir ada juga yang lebih keras seperti orang bernyanyi bahkan ada yang seperti berteriak. Mereka Bahagia.
Iedul Fithrah telah tiba.
Hari ini semua orang harus bahagia, semua orang harus bergembira, semua orang harus merayakan, semua orang berhari raya. Tak peduli dia kaya miskin, besar kecil, tua muda, tua renta maupun orok. Bahkan mereka yang terhalang pun diharapkan dapat ikut merayakan, ikut hadir di lapang.
Itulah kenapa para amilin terus bekerja,
berjibaku menyalurkan amanat dari para muzzaki kepada mereka yang berhak, para
mustahik, dari semenjak selesai shalat shubuh hingga menjelang didirikannya
shalat hari raya.
“Terutama fakir dan miskin,
terutama fakir dan miskin!” demikian Amil Zakat mengingatkan agar zakat
fithrah tersalurkan terutama kepada fakir miskin, agar mereka ikut berbahagia
di hari raya.
Sementara itu di lapang, panitia
sudah menyediakan segalanya, orang-orang mulai berdatangan - rata-rata
berkelompok.
Baca juga:
PEMERINTAH TETAPKAN LEBARAN 1447 HIJRIAH JATUH PADA HARI SABTU – 21 MARET 2026
Sepemantauan penulis, untuk pelaksanaan shalat ied di Lapang Voli RT. 02 RW 11 – Lapang Al-Hidayah pada tanggal 21 Maret 2026 kali ini, tak ada jama’ah yang tertinggal. Pelaksanaan cenderung tertib. Jama’ah yang hadir diperkirakan ada 250 s/d 300 orang, terdiri dari Laki-laki 150 orang dan demikian juga perempuannya.
Sebagaimana dijadwalkan, yang
bertindak sebagai Imam dan Khatib dalam pelaksanaan Shalat Ied di Lapang
Al-Hidayah kali ini adalah Ustadz DR. Reza Fauzi Iskandar, M.T. Sebagai catatan,
ini adalah kali pertama pelaksanaan shalat ied yang diimami oleh Ketua Pimpinan Jama'ah.
Di dalam khutbahnya, Ketua PJ
Persis Sanggar Indah Banjaran itu mengatakan bahwa sudah selayaknya kita bisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) sesuai perintah Allah
dalam QS. Adh-Dhuha ayat 11 untuk bisa merasakan kasih sayang Allah kepada
kita, bahwa Allah mengurus kita dari hal-hal paling kecil hingga yang besar-besar
dan dengan demikian dapat menyadarkan bahwasannya tak ada kekuatan kecuali yang
datangnya dari Allah ﷻ.
Beliau menambahkan bahwa kita mesti dapat melihat perjalanan hidup kita, kita mesti dapat melihat posisi hidup kita sekarang dan bagaimana posisi hidup kita di masa yang akan datang. “Bagi seorang muslim,” katanya, “dunia adalah sementara”. Karena seorang muslim harus sadar bahwa manusia melewati empat fase, yaitu: mati – hidup – mati – hidup. Jadi fase akhir adalah hidup. Berbeda dengan apa yang diyakini orang-orang kafir yang meyakini bahwa fase akhir manusia adalah mati yang membuat mereka hidup ugal-ugalan dan semau-maunya.
Seorang muslim mestinya merasa khawatir dan takut
sehingga dia bersikap hati-hati, mawas diri dan menyelaraskan dirinya dengan
Qur’an dan Sunnah.
Khatib juga menyitir istilah Ibadurrahman
yang merupakan ungkapan Bahasa Arab yang berarti "hamba-hamba Allah Yang Maha
Pengasih," merujuk pada hamba pilihan dengan karakteristik istimewa yang
disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Furqan ayat 63-74. Beliau menyebutkan bahwa
Ibadurrahman memiliki beberapa karakteristik,diantaranya: Menjaga shalat;
menjaga infaq; dan menjaga keluarga.
Shalat ied kali ini dimulai pukul
06.15 dan khutbah berakhir pada pukul 07.00.
Sebagaimana telah disebutkan
bahwa pelaksanaan ibadah shalat ied kali ini cenderung tertib meski ada
kekurangan yang patut mendapat perhatian, diantaranya adalah: karena Khatib
menghadap ke timur dimana matahari baru saja terbit dari sebelah timur sehingga
nampak beliau merasa silau. Barangkali ini dianggap tak apa-apa tapi alangkah
lebih baiknya dibenahi, karena kenyamanan itu bukan hanya diberikan
kepada jama’ah tapi juga kepada khatib. (GMN)
#Berita


Tidak ada komentar:
Posting Komentar