SOAL: Apakah arti Halal bi halal yang sering diucapkan oleh orang-orang Islam di waktu bersalaman pada hari raya?
JAWAB: Halal bi halal itu artinya: halal dengan halal.
Sungguhpun dari
kalimah-kalimah Arab, tetapi bukan susunan Arab.
Perkataan itu
digunakan orang-orang Islam di daerah ini (Indonesia) pada waktu bersalaman di
hari raya. Maksudnya, sama-sama halal menghalalkan, yakni Tuan halalkan apa-apa
yang sudah termakan oleh saya, dan begitu juga saya. Orang-orang yang
berhalalan begitu, merasa lapang dan merasa tidak berhutang lagi. Adapula yang
bermaaf-maafan pada Hariraya.
Di dalam cara itu memang ada baiknya, tetapi ada
bahayanya, yaitu disangka oleh orang-orang yang bodoh (awam) sebagai satu cara Agama,
padahal bukan.
Nabi kita tidak
pernah mengerjakan demikian dan shahabat-shahabatnya juga tidak, malah tabi’in
dan imam-imam yang empat pun tidak
berbuat begitu.
Orang yang memberi
ampun kepada saudaranya memang baik, tetapi orang yang menghalalkan itu perlu fikir
dahulu, jangan terlanjur, lalu menyesal. (A.H.) (Kitab Soal-Jawab 1,2,3 Hal. 1246)
TAMBAHAN:
Lalu apa yang bisa
kita ucapkan sebagai ungkapan tahniah di Hariraya?
Jawabannya adalah
ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” yang mengandung arti Semoga
Allah menerima amalku dan amal kalian. Hal ini sebagaimana diriwayatkan:
فعن جُبَيْرِ
بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك. قال الحافظ: إسناده حسن
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat
Rasulullah ﷺ
berjumpa dengan hari ‘ied, satu
sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga
Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa
sanad hadits ini hasan.
Sementara, ada juga
ucapan untuk merayakan Idul Fitri itu dengan ungkapan:
مِنَ الْعَائِدِيْن وَالْفَائِزِيْن
“minal aidin
wal faizin” yang banyak disangka orang mengandung arti mohon maaf lahir dan
batin, padahal ungkapan minal aidin wal faizin ini artinya adalah “semoga
kita termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang.” Dikatakan,
kalimat perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus,
yang bernama Shafiyuddin Al-Hilli, ketika dia membawakan syair yang
mengkisahkan dendang para wanita menyambut hari raya pada
jaman itu.
Oleh karenanya
ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” adalah ucapan atau do’a yang
lebih baik kita ucapkan kepada karib kerabat kita di Hariraya.
واللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
[GMN]
SOAL-JAWAB
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar