Jumat, 20 Maret 2026

Khatib: "Sudah selayaknya kita bisa mensykuri nikmat yang telah diberikan Allah"

SIB-BULETINALHIDAYAH, Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaaha Illa Allahu Allahu Akbar Allahu Akbar Walillaahilhamd. Takbir bergema dari segala penjuru, dari setiap masjid, bunga-bunga bermekaran, daun-daun berlambayan, gunung-gunung ikut merasakan, kicau-kicau burung bersiulan, semua bergembira menggemakan takbir, merasakan kebahagiaan, merayakan kemenangan. Iedul Fithri telah berdiri Iedul Fithrah telah tiba Lebaran dirayakan. 

Ustadz DR. Reza Fauzi Iskandar, M.T.


Takbir terus bergema sejak subuh. Dari masjid-masjid bahkan disambut sambil orang-orang berjalan dari rumah ke lapang. Ada yang melantunkannya dengan pelan seperti orang berzikir ada juga yang lebih keras seperti orang bernyanyi bahkan ada yang seperti berteriak. Mereka Bahagia.

Iedul Fithrah telah tiba. 

Hari ini semua orang harus bahagia, semua orang harus bergembira, semua orang harus merayakan, semua orang berhari raya. Tak peduli dia kaya miskin, besar kecil, tua muda, tua renta maupun orok. Bahkan mereka yang terhalang pun diharapkan dapat ikut merayakan, ikut hadir di  lapang. 

Itulah kenapa para amilin terus bekerja, berjibaku menyalurkan amanat dari para muzzaki kepada mereka yang berhak, para mustahik, dari semenjak selesai shalat shubuh hingga menjelang didirikannya shalat hari raya.

“Terutama fakir dan miskin, terutama fakir dan miskin!” demikian Amil Zakat mengingatkan agar zakat fithrah tersalurkan terutama kepada fakir miskin, agar mereka ikut berbahagia di hari raya.

Sementara itu di lapang, panitia sudah menyediakan segalanya, orang-orang mulai berdatangan - rata-rata berkelompok.

Baca juga: 

PEMERINTAH TETAPKAN LEBARAN 1447 HIJRIAH JATUH PADA HARI SABTU – 21 MARET 2026

Sepemantauan penulis, untuk pelaksanaan shalat ied di Lapang Voli RT. 02 RW 11 – Lapang Al-Hidayah pada tanggal 21 Maret 2026 kali ini, tak ada jama’ah yang tertinggal. Pelaksanaan cenderung tertib. Jama’ah yang hadir diperkirakan ada 250 s/d 300 orang, terdiri dari Laki-laki 150 orang dan demikian juga perempuannya.

Sebagaimana dijadwalkan, yang bertindak sebagai Imam dan Khatib dalam pelaksanaan Shalat Ied di Lapang Al-Hidayah kali ini adalah Ustadz DR. Reza Fauzi Iskandar, M.T. Sebagai catatan, ini adalah kali pertama pelaksanaan shalat ied yang diimami oleh Ketua Pimpinan Jama'ah.

Di dalam khutbahnya, Ketua PJ Persis Sanggar Indah Banjaran itu mengatakan bahwa sudah selayaknya kita bisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) sesuai perintah Allah dalam QS. Adh-Dhuha ayat 11 untuk bisa merasakan kasih sayang Allah kepada kita, bahwa Allah mengurus kita dari hal-hal paling kecil hingga yang besar-besar dan dengan demikian dapat menyadarkan bahwasannya tak ada kekuatan kecuali yang datangnya dari Allah .

Beliau menambahkan bahwa kita mesti dapat melihat perjalanan hidup kita, kita mesti dapat melihat posisi hidup kita sekarang dan bagaimana posisi hidup kita di masa yang akan datang. “Bagi seorang muslim,” katanya, “dunia adalah sementara”. Karena seorang muslim harus sadar bahwa manusia melewati empat fase, yaitu: mati – hidup – mati – hidup. Jadi fase akhir adalah hidup. Berbeda dengan apa yang diyakini orang-orang kafir yang meyakini bahwa fase akhir manusia adalah mati yang membuat mereka hidup ugal-ugalan dan semau-maunya. 

Seorang muslim mestinya merasa khawatir dan takut sehingga dia bersikap hati-hati, mawas diri dan menyelaraskan dirinya dengan Qur’an dan Sunnah.



Khatib juga menyitir istilah Ibadurrahman yang merupakan ungkapan Bahasa  Arab yang berarti "hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih," merujuk pada hamba pilihan dengan karakteristik istimewa yang disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Furqan ayat 63-74. Beliau menyebutkan bahwa Ibadurrahman memiliki beberapa karakteristik,diantaranya: Menjaga shalat; menjaga infaq; dan menjaga keluarga.

Shalat ied kali ini dimulai pukul 06.15 dan khutbah berakhir pada pukul 07.00.

Sebagaimana telah disebutkan bahwa pelaksanaan ibadah shalat ied kali ini cenderung tertib meski ada kekurangan yang patut mendapat perhatian, diantaranya adalah: karena Khatib menghadap ke timur dimana matahari baru saja terbit dari sebelah timur sehingga nampak beliau merasa silau. Barangkali ini dianggap tak apa-apa tapi alangkah lebih baiknya dibenahi, karena kenyamanan itu bukan hanya diberikan kepada jama’ah tapi juga kepada khatib. (GMN)


#Berita

   

HALAL BI HALAL

SOAL: Apakah arti Halal bi halal yang sering diucapkan oleh orang-orang Islam di waktu bersalaman pada hari raya?

JAWAB: Halal bi halal itu artinya: halal dengan halal.

Sungguhpun dari kalimah-kalimah Arab, tetapi bukan susunan Arab.

Perkataan itu digunakan orang-orang Islam di daerah ini (Indonesia) pada waktu bersalaman di hari raya. Maksudnya, sama-sama halal menghalalkan, yakni Tuan halalkan apa-apa yang sudah termakan oleh saya, dan begitu juga saya. Orang-orang yang berhalalan begitu, merasa lapang dan merasa tidak berhutang lagi. Adapula yang bermaaf-maafan pada Hariraya.

Di dalam  cara itu memang ada baiknya, tetapi ada bahayanya, yaitu disangka oleh orang-orang yang bodoh (awam) sebagai satu cara Agama, padahal bukan.

Nabi kita tidak pernah mengerjakan demikian dan shahabat-shahabatnya juga tidak, malah tabi’in dan imam-imam yang empat pun tidak  berbuat begitu.

Orang yang memberi ampun kepada saudaranya memang baik, tetapi orang yang menghalalkan itu perlu fikir dahulu, jangan terlanjur, lalu menyesal. (A.H.) (Kitab Soal-Jawab 1,2,3 Hal. 1246)

TAMBAHAN:



Lalu apa yang bisa kita ucapkan sebagai ungkapan tahniah di Hariraya?

Jawabannya adalah ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” yang mengandung arti Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian. Hal ini sebagaimana diriwayatkan:


فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك. قال الحافظ: إسناده حسن

 

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah  berjumpa dengan hari ‘ied, satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Sementara, ada juga ucapan untuk merayakan Idul Fitri itu dengan ungkapan:

مِنَ الْعَائِدِيْن وَالْفَائِزِيْن

minal aidin wal faizin” yang banyak disangka orang mengandung arti mohon maaf lahir dan batin, padahal ungkapan minal aidin wal faizin ini artinya adalah “semoga kita termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang.” Dikatakan, kalimat perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Hilli, ketika dia membawakan syair yang mengkisahkan dendang para wanita menyambut hari raya pada jaman itu.

Oleh karenanya ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” adalah ucapan atau do’a yang lebih baik kita ucapkan kepada karib kerabat kita di Hariraya.

 

واللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

[GMN]



SOAL-JAWAB

Kamis, 19 Maret 2026

PEMERINTAH TETAPKAN LEBARAN 1447 HIJRIAH JATUH PADA HARI SABTU – 21 MARET 2026

Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA

SIB – BULETINALHIDAYAH, Dilansir dari beberapa sumber terpercaya, Pemerintah RI melalui Kementrian Agama RI, setelah melaksanakan Sidang Isbat pada tanggal 19 Maret 2026, menetapkan bahwa Lebaran 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan tanggal 21 Maret 2026.

Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) sendiri, jauh-jauh hari sebelumnya telah menerbitkan keputusan Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Persis menggunakan metode hisab imkan rukyat Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). 

Sementara itu, Pimpinan Jama’ah Persatuan Islam Sanggar Indah Banjaran yang berada di bawah naungan PC. PERSIS CANGKUANG sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, telah mempersiapkan pelaksanaan shalat Iedul Fitri di dua lapangan yang ditangani oleh dua Qoyyimul Masjid, yaitu: QM. Al-Hidayah; dan QM. Baiturrahim.

QM. Al-Hidayah dibawah komando langsung PJ. SIB mempersiapkan pelaksanaan Shalat Iedul Fitri di Lapangan Voli RT. 2 RW 11 Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang yang berada di Blok K4 Komplek Sanggar Indah Banjaran, tepat di pinggir sebelah selatan Masjid Al-Hidayah. Sedang QM. Baiturrahim mempersiapkan pelaksanaan Shalat Iedul Fitri di Lapangan Merdeka RW 06 Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang yang berada tepat di sebelah barat Masjid Baiturrahim.

Baca juga: 

Khatib: "Sudah selayaknya kita bisa mensykuri nikmat yang telah diberikan Allah"

Para panitia sendiri mengharapkan jama’ah peserta Shalat Iedul Fitri kali ini bersama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan lapangan. Pelaksanaan ShalatIed akan dimulai pada pukul 06.15 WIB. Untuk itu, jama’ah diharapkan sudah ada di lapangan minimal sepuluh menit sebelum pelaksanaan shalat atau pukul 06.05 WIB.

Sedangkan untuk pengumpulan zakat fitrah diharapkan terkumpul pada sore hari tanggal 20 Maret 2026 sehingga dapat memudahkan pembagiannya dan tepat pada waktunya, yaitu ba’da shalat shubuh sampai sebelum shalat Ied.

Pada pelaksanaan Shalat Iedul Fitri tahun ini, yang bertindak sebagai Imam/Khatib Iedul Fitri di Lapangan Voli Masjid Al-Hidayah adalah Ketua PJ. Persis SIB - Ustadz DR. Reza Fauzi Iskandar, M.T., sedangkan yang bertindak sebagai Imam/Khatib Iedul Fitri di Lapangan Merdeka Adalah Ustadz Faris Rizky Ramdhani, Spd.

 

Rabu, 18 Maret 2026

Adab Kepada Kerabat dan Saudara

Dikutip dari Kitab Al-Adab

Karangan Ustadz Aceng Zakaria (الله يرحم)

 


قال الله تعالى

Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) berfirman:

١. وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا [سورة النساء (٤): ٣٦]

Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat. anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kalian miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. [QS. An-Nisaa’ (4):36]

 

٢. فَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [سورة الروم (٣٠): ٣٨]

Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [QS. Al-Ruum (30):38]

 

٣. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا [سورة النساء (٤): ١]

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan Kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah. kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminla satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian. [QS. An-Nisaa’ (4): 1]

 

٤. النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ وَأُولُو الأرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلا أَنْ تَفْعَلُوا إِلَى أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا كَانَ ذَلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا [سورة الأحزاب (٣٣): ٦]

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewaris) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah). [QS. Al-Ahzab (33): 6]

 

 

الأحاديث

Hadits Nabi

 

١. سنن أبي داوود ٤٤٧٣: حدثنا محمد بن كثير أخبرنا سفيان عن بهز بن حكيم عن أبيه عن جده قال

قلت يا رسول الله من أبر قال أمك ثم أمك ثم أمك ثم أباك ثم الأقرب فالأقرب وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يسأل رجل مولاه من فضل هو عنده فيمنعه إياه إلا دعي له يوم القيامة فضله الذي منعه شجاعا أقرع

قال أبو داود الأقرع الذي ذهب شعر رأسه من السم

Sunan Abu Daud 4473: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata: telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Bahz bin hakim dari Bapaknya dari Kakeknya ia berkata:

 

Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, siapa yang paling aku perlakukan dengan baik?" beliau menjawab: "Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian bapakmu, kemudian yang terdekat, kemudian yang terdekat." Kemudian Rasulullah bersabda: "Tidaklah seseorang minta suatu kelebihan (nikmat) kepada tuannya, namun ia menolak meskipun yang diminta ada, maka pada hari kiamat kelak nikmat yang ia tahan tadi akan dipanggilkan untuknya dalam wujud seekor ular Aqra' (ganas)."

 

Abu Dawud berkata: "Kata Al Aqra' adalah yang botak kepalanya disebabkan oleh racun."

 

٢. صحيح البخاري ٣٩٢٠: حدثني عبيد الله بن موسى عن إسرائيل عن أبي إسحاق عن البراء رضي الله عنه قال

لما اعتمر النبي صلى الله عليه وسلم في ذي القعدة فأبى أهل مكة أن يدعوه يدخل مكة حتى قاضاهم على أن يقيم بها ثلاثة أيام فلما كتبوا الكتاب كتبوا هذا ما قاضى عليه محمد رسول الله قالوا لا نقر لك بهذا لو نعلم أنك رسول الله ما منعناك شيئا ولكن أنت محمد بن عبد الله فقال أنا رسول الله وأنا محمد بن عبد الله ثم قال لعلي بن أبي طالب رضي الله عنه امح رسول الله قال علي لا والله لا أمحوك أبدا فأخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم الكتاب وليس يحسن يكتب فكتب هذا ما قاضى عليه محمد بن عبد الله لا يدخل مكة السلاح إلا السيف في القراب وأن لا يخرج من أهلها بأحد إن أراد أن يتبعه وأن لا يمنع من أصحابه أحدا إن أراد أن يقيم بها فلما دخلها ومضى الأجل أتوا عليا فقالوا قل لصاحبك اخرج عنا فقد مضى الأجل فخرج النبي صلى الله عليه وسلم فتبعته ابنة حمزة تنادي يا عم يا عم فتناولها علي فأخذ بيدها وقال لفاطمة عليها السلام دونك ابنة عمك حملتها فاختصم فيها علي وزيد وجعفر قال علي أنا أخذتها وهي بنت عمي وقال جعفر ابنة عمي وخالتها تحتي وقال زيد ابنة أخي فقضى بها النبي صلى الله عليه وسلم لخالتها وقال الخالة بمنزلة الأم وقال لعلي أنت مني وأنا منك وقال لجعفر أشبهت خلقي وخلقي وقال لزيد أنت أخونا ومولانا وقال علي ألا تتزوج بنت حمزة قال إنها ابنة أخي من الرضاعة

Shahih Bukhari 3920: Telah menceritakan kepadaku 'Ubaidullah bin Musa dari Israil dari Abu Ishaq dari Al Barra' (رضي الله عنه), dia berkata:

 

Ketika Nabi berumrah di bulan Dzul qa'dah, dan penduduk Makkah enggan membiarkan beliau memasuki Makkah hingga memperkarakan mereka untuk tinggal hanya selama tiga hari, ketika itu kaum muslimin menulis surat perjanjian, mereka tulis dengan redaksi: "Inilah ketetapan yang diterima Rasulullah". Orang-orang Quraisy pun mengajukan protes: "Kami tidak mengakui ini, kalaulah kami sadar bahwa engkau adalah Rasulullah, kami sama sekali tidak melarangmu, namun engkau hanyalah Muhammad bin Abdullah." Rasulullah pun berujar 'Aku Rasulullah, sekaligus aku juga Muhammad bin Abdullah." Kemudian beliau katakan kepada 'Ali bin Abu Thalib (رضي الله عنه): "Hapuslah redaksi Rasulullah!"

Ali katakan: "Demi Allah, saya tidak akan menghapusnya selama-lamanya."

Rasulullah kemudian mengambil kertas tersebut -padahal beliau tidak bisa menulis dengan baik- dan beliau tulis "Inilah ketetapan yang diterima Muhammad bin Abdullah agar ia tidak memasuki Makkah dengan senjata, selain pedang yang terbungkus dalam sarung, dan agar jangan sampai penduduk Makkah menghalangi siapapun yang ingin mengikuti beliau melakukan thawaf, dan untuk tidak menghalangi salah seorangpun dari sahabatnya yang ingin bermukim disana."

Tatkala Nabi sudah memasuki Makkah dan waktu sudah selesai, Orang-orang Quraisy menemui Ali dan berujar: "Katakan kepada kawanmu (maksudnya Muhammad), masa tinggal di Makkah telah habis!"

Maka Nabi keluar dari Makkah kemudian anak perempuan Hamzah mengikuti beliau seraya memanggil: "Wahai paman, wahai paman."

Ali kemudian menggandengnya, dan ia tarik tangannya dan berujar kepada Fathimah (عليها السلام): "Tolong rawatlah anak perempuan pamanmu!"

Maka Fathimah menggendongnya.

Kemudian Ali, Zaid, dan Ja'far mempersengketakan anak perempuan Hamzah (maksudnya, masing-masing menginginkan agar anak itu dirumahnya).

Ali mengatakan: "Akulah yang mengambilnya dan dia anak perempuan pamanku."

Sedang Ja'far mengatakan: "Dia adalah anak perempuan pamanku dan bibinya adalah isteriku sendiri."

Sedang Zaid mengatakan: "Ia adalah anak perempuan saudaraku."

Maka Nabi memutuskannya untuk bibinya dan berujar: "Bibi adalah pengganti ibu."

Dan beliau katakan kepada Ali: "Engkau bagian dariku, dan aku bagian darimu."

Dan beliau katakan kepada Ja'far: "Akhlaqku menyerupai akhlaqmu."

Dan beliau katakan kepada Zaid: "Engkau adalah saudara dan maula kami."

 Ali katakan kepada Rasulullah: "Tidakkah engkau nikahi anak perempuan Hamzah?" Nabi menjawab: "Dia adalah anak perempuan saudaraku sepersusuan."

 

٣. سنن أبي داوود ٤٢٩٢: حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة وابن السرح قالا حدثنا سفيان عن ابن أبي نجيح عن ابن عامر عن عبد الله بن عمرو

يرويه قال ابن السرح عن النبي صلى الله عليه وسلم قال من لم يرحم صغيرنا ويعرف حق كبيرنا فليس منا

Sunan Abu Daud 4292: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Ibnu As Sarh keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Najih dari Ibnu Amir dari Abdullah bin Amru ia meriwayatkan: Ibnu As Sarh berkata: dari Nabi , beliau bersabda:

 

"Siapa yang tidak menyayangi orang yang kecil di antara kami dan tidak mengerti hak orang yang lebih besar di antara kami, maka ia bukan dari golongan kami."

 

٤. سنن ابن ماجه ١٨٢٤: حدثنا علي بن محمد حدثنا أبو معاوية عن الأعمش عن شقيق عن عمرو بن الحارث بن المصطلق ابن أخي زينب امرأة عبد الله عن زينب امرأة عبد الله قالت

سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم أيجزئ عني من الصدقة النفقة على زوجي وأيتام في حجري قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لها أجران أجر الصدقة وأجر القرابة

حدثنا الحسن بن محمد بن الصباح حدثنا أبو معاوية حدثنا الأعمش عن شقيق عن عمرو بن الحارث ابن أخي زينب عن زينب امرأة عبد الله عن النبي صلى الله عليه وسلم نحوه

Sunan Ibnu Majah 1824: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Syaqiq dari Amru Ibnul Harits Ibnul Mushthaliq -anak saudara laki-laki Zainab, isteri Abdullah- dari Zainab -isteri Abdullah- ia berkata:

 

Aku pernah bertanya kepada Rasulullah : "Apakah zakatku sah jika aku berikan kepada suamiku dan anak yatim yang ada dalam pengasuhanku?"

Rasulullah lalu bersabda: "Baginya dua pahala, pahala zakat dan pahala karena menyambung kekerabatan."

 

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Muhammad bin Ash Shabbah berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata: telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Syaqiq dari Amru bin Al Harits -anak saudara laki-laki Zainab- dari Zainab -isteri Abdullah- dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana Hadits di atas.

 

٥. سنن الترمذي ٥٩٤: حدثنا قتيبة حدثنا سفيان بن عيينة عن عاصم الأحول عن حفصة بنت سيرين عن الرباب عن عمها سلمان بن عامر

يبلغ به النبي صلى الله عليه وسلم قال إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر فإنه بركة فإن لم يجد تمرا فالماء فإنه طهور و قال الصدقة على المسكين صدقة وهي على ذي الرحم ثنتان صدقة وصلة

قال وفي الباب عن زينب امرأة عبد الله بن مسعود وجابر وأبي هريرة قال أبو عيسى حديث سلمان بن عامر حديث حسن والرباب هي أم الرائح بنت صليع وهكذا روى سفيان الثوري عن عاصم عن حفصة بنت سيرين عن الرباب عن سلمان بن عامر عن النبي صلى الله عليه وسلم نحو هذا الحديث وروى شعبة عن عاصم عن حفصة بنت سيرين عن سلمان بن عامر ولم يذكر فيه عن الرباب وحديث سفيان الثوري وابن عيينة أصح وهكذا روى ابن عون وهشام بن حسان عن حفصة بنت سيرين عن الرباب عن سلمان بن عامر

Sunan Tirmidzi 594: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari 'Ashim Al Ahwal dari Hafshah binti Sirin dari Ar Rabab dari pamannya Salman bin 'Amir yang membawanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:

 

"Jika kalian berbuka maka berbukalah dengan buah kurma karena buah kurma mengandung berkah, jika kalian tidak mendapatinya, maka berbukalah dengan air karena sesungguhnya air itu suci."

Beliau juga bersabda: "Sedekah kepada orang miskin hanyalah sedekah, sedangkan sedekah kepada kaum kerabat akan mendapatkan dua (pahala) yaitu pahala sedekah dan menyambung silaturrahim."

 

(perawi) berkata: dalam bab ini (ada juga riwayat) dari Zaenab istrinya Abdullah bin Mas'ud, Jabir dan Abu Hurairah.

 

Abu Isa berkata: hadits Salman bin 'Amir adalah hadits hasan. Ar Rabab adalah Ummu Raih binti Sulai'. Demikianlah yang diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dari 'Ashim dari Hafshah binti Sirin dari Ar Rabab dari Salman bin 'Amir dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hadits ini, dan Syu'bah meriwayatkan dari 'Ashim dari Hafshah binti Sirin dari Salman bin 'Amir, (dalam riwayatnya) dia tidak menyebutkan dari Ar Rabab. Hadits Sufyan Ats Tsauri dan Ibnu 'Uyainah lebih shahih. Demikianlah yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Aun dan Hisyam bin Hassan dari Hafshah binti Sirin dari Ar Rabbab dari Salman bin 'Amir.

 

٦. سنن ابن ماجه ٩٦١: حدثنا محمد بن عمر بن هياج حدثنا يحيى بن عبد الرحمن الأرحبي حدثنا عبيدة بن الأسود عن القاسم بن الوليد عن المنهال بن عمرو عن سعيد بن جبير عن ابن عباس

عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ثلاثة لا ترتفع صلاتهم فوق رءوسهم شبرا رجل أم قوما وهم له كارهون وامرأة باتت وزوجها عليها ساخط وأخوان متصارمان

Sunan Ibnu Majah 961: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Umar bin Hayyaj berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya bin 'Abdurrahman Al Arhabi berkata: telah menceritakan kepada kami Ubaidah bin Al Aswad dari Al Qasim bin Al Walid dari Al Minhal bin Amru dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Rasulullah , beliau bersabda: "Tiga golongan yang shalatnya tidak akan di angkat meski satu jengkal dari kepalanya: seseorang yang mengimami suatu kaum sementara mereka tidak menyukainya, seorang perempuan yang bermalam sementara suaminya marah kepadanya, dan dua bersaudara yang saling bermusuhan. "

 

 

Segala puji bagi Allah, bab ini selesai ditik ulang, diberi terjemahan serta disematkan beberapa catatan oleh Gungun Mulyawan Nawari pada hari ini, kamis tanggal 29 Ramadlan 1447 H/ 19 Maret 2026 M. Semoga Allah berkenan.

Adab Berpuasa


Dikutip dari Kitab Al-Adab
Karangan Ustadz Aceng Zakaria (الله يرحم)


قال الله تعالى

Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ [البقرة (٢): ١٨٣]

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” [Al-Baqarah (2): 183]
 
الأحاديث
Hadits Nabi ﷺ

صحيح البخاري ١٧٦٨: حدثنا مسلم بن إبراهيم حدثنا هشام حدثنا يحيى عن أبي سلمة عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال، من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Shahih Bukhari 1768: Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah (رضي الله عنه) dari Nabi ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".

صحيح البخاري ١٧٧٠: حدثنا آدم بن أبي إياس حدثنا ابن أبي ذئب حدثنا سعيد المقبري عن أبيه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

Shahih Bukhari 1770: Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi telah menceritakan kepada kami Sa'id Al Maqbariy dari bapaknya dari Abu Hurairah (رضي الله عنه) berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya."


صحيح البخاري ١٧٦١: حدثنا عبد الله بن مسلمة عن مالك عن أبي الزناد عن الأعرج عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال، الصيام جنة فلا يرفث ولا يجهل وإن امرؤ قاتله أو شاتمه فليقل إني صائم مرتين والذي نفسي بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله تعالى من ريح المسك يترك طعامه وشرابه وشهوته من أجلي الصيام لي وأنا أجزي به والحسنة بعشر أمثالها

Shahih Bukhari 1761: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abu Az Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah (رضي الله عنه): 

Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Shaum itu benteng, maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah: 'aku sedang shaum' beliau mengulang ucapannya dua kali. Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta'ala dari pada harumnya minyak misik, karena dia meninggalkan makanannya, minuman dan nafsu syahwatnya karena Aku. Shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan membalasnya dan setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa".

سنن ابن ماجه ١٦٨٠: حدثنا عمرو بن رافع حدثنا عبد الله بن المبارك عن أسامة بن زيد عن سعيد المقبري عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر

Sunan Ibnu Majah 1680: Telah menceritakan kepada kami Amru bin Rafi' berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Mubarak dari Usamah bin Zaid dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah (رضي الله عنه) ia berkata:

Rasulullah ﷺ bersabda, "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan selain begadang."


إذا صمت فليصم سمعك وبصرك ولسانك عن الكذب والمأثم ودع أذى الخادم وليكن عليك وقار وسكينة يوم صومك ولا تجعل يوم فطرك ويوم صومك سواء


“Apabila engkau berpuasa maka hendaklah pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu ikut berpuasa dari dusta dan perkara yang harom dan janganlah menyakiti pembantu. Bersikaplah yang berwibawa dan tenang di hari puasamu. Dan janganlah engkau jadikan hari puasamu itu sama seperti hari berbukamu.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam "Al-Mushonnaf" 8681)

Khatib: "Sudah selayaknya kita bisa mensykuri nikmat yang telah diberikan Allah"

SIB-BULETINALHIDAYAH, Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaaha Illa Allahu Allahu Akbar Allahu Akbar Walillaahilhamd. Takbir bergema dari segala...